Minggu, 24 Januari 2016

BROTHER & SISTER


Berbicara mengenai judul diatas kalian pasti sudah menduga-duga apa isi cerita kali ini. Iya, adik. Satu kata yang hanya terdiri dari empat huruf. Tapi bagi kalian yang juga memiliki seorang adik pasti juga memiliki kisah tersendiri mengenai adik kalian.
        Adik selalu identic dengan menang sendiri, iya ga? ga itu cewek ataupun cowok. Adik selalu mengambil apa yang kita miliki, adik selalu ingi diperhatikan, adik selalu ingin dimanja, adik selalu menganggap semua hanya miliknya. Itu semua fakta bro……
        Tapi kalian jangan salah dulu dengan adik kalian. Itu memang cara si adik untuk memperoleh perhatian lebih dari orang tua. Memang terkadang adik sangat menjengkelkan, sampai-sampai dapat membuat kita marah. Itu memang sifat dasar si adik.
        Ngomong-ngomong adik, gw sendiri juga memiliki adik makanya gw tau persis gimana sikap, kelakuan, dan gaya si adik. Gw setiap hari ga pernah kalo ga berantem sama adik, walaupun itu hanya sepele. Hal sepele pun jika urusannya sama adik bukan sepele lagi urusannya.
        Adik selalu buat masalah (menurut gw), tapi terkadang adik juga membuat gw senang. Dan adik pun juga bisa biking gw nangis. Sedikit gw bercerita. Waktu itu seperti hari biasa yang selalu berantem dengan adik, entah mengapa waktu siang tiba-tiba adik sepertinya sakit. Ibu gw mengira hanya sakit biasa, tetapi sampai sore panasnya ga turun-turun. Langsung saja dibawa ke dokter. Dan kata dokter pun harus di opname. Ortu gw pun otomatis menemani adik gw, sementara gw dirumah sendiri. Lalu ayah gw pulang, gw kira juga adik udah pulang, tapi ayah hanya mengambil peralatan kebutuhan untuk di rumah sakit.
        Gw diam aja di rumah dan terus kepikiran sama adik. Gw liat fotonya, ga tw kenapa gw nangis takut adik kenapa-kenapa. Gw terus kepikiran sepanjang malam, dan terus membayangkan masa masa ketika bermain dengan adik, berantem dengan adik, terus saja kepikiran.
        Dan setelah beberapa hari akhirnya adik gw sembuh, dan gw juga ikut senang. Tapi setelah sembuh, kembali lagi ke sifat awal si adik. Tapi gw sudah memaklumi dengan itu, walaupun terkadang masih jengkel.
        Tapi yang pasti saran gw bro. senakal-nakalnya adik, sejengkel-jengkelnya dengan adik, semarah-marahnya dengan adik. Jika kita suatu saat kehilangannya walaupun hanya beberapa hari saja, kita akan merindukan masa ketika kita bermain, berantem, bersenang-senang dengan adik.
        Dan satu lagi yang perlu diingat. Lo harus jadi contoh yang terbaik buat adik lo……… jangan biarkan adik lo melewati jalan yang salah, selalu nasehati si adik, jangan lelah membimbingnya. Karna kita sebagai kakak juga berperan penting dalam kepribadian adik.
        Sekian itu saja yang bisa gw tulis untuk kali ini, semoga bermanfaat buat kalian semua………..see you, bye bye…..

PERKENALAN


       Ini merupakan cerita nyata dari pengalaman gw pribadi. Dan untuk pertama kalinya gw mencoba untuk menulis disini untuk mengeluarkan suara di hati gw. Dan langsung saja dimulai ceritanya………
        Eeeeeeh, sebelum cerita ada baiknya kata kenalan dulu kan. Menurut pepatah mengatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang” pepatah itu sudah akrab sekali di telinga kita. Tapi terkadang kita bosan dengan peptah yang itu itu aja. Maka dari itu biasanya dibuatlah pepatah yang lucu dengan plesetan –plesetannya menjadi “Tak Kenal Maka Tak Srampang”. Yang bisa b.jawa pasti ngerti.
Ok, Nama gw Feri, lebih lengkapnya Feri Aji Suhendra. Gw punya 1 adik, 1 ibu, dan 1 bapak. Gw lahir di sebuah desa yang menurut gw sangat nyaman, walaupun namanya agak sangar, yaitu Bacem. Entah dari mana nama itu berasal. Yang pasti gw sangat senang tinggal di sana. (nb: tempe bacem bukan dari desa gw)
Kalian yang bukan dari daerah asal gw pasti bingung dimana desa gw. Kalian cari di peta juga ga ada apalagi di GPS (mustahil). Tapi tenang aja bakal gw jelasin kok. Mungkin nama desa tidak begitu di kenal, tapi jangan salah nama kota ku pasti dikenal di seluruh Indonesia. Blitar, iya, desaku berada di kabupaten Blitar yaitu tempat bapak Ir. Soekarno dimakamkan.
        Sejak kecil nama panggilan gw Feri, tapi terkadang semua orang menggil gw bukan dengan nama Feri, tetapi Peri. Kenapa kebanyakan orang selalu nyamain huruf F dan P, padahal kedua huruf itu jelas berbeda? Mungkin saja karena sudah menjadi kebiasaan. Tapiiiii gapapa lah, namanya aja orang.
        Dan gw merupakan anak satu-satunya dari orang tua gw, sebelum adek gw lahir. Gw lahir 15 tahun yang lalu, tapi bentar lagi jadi 16 tahun yang lalu. Gw bangga sama tanggal lahir gw yaitu 7. Entah kenapa gw sangat suka dengan angka 7. Dan gw lahir di bulan Februari. Dan karena itulah nama gw Feri. Berasal dari nama bulan Februari yang diambil bagian depan dan belakang “FEbruaRI”. Kebanyakan orang tua memang selalu begitu. Nama anak selalu dihubungkan dengan bulan kelahiran. Mungkin juga itu untuk mengingatkan bahwa bulan tersebut merupakan bulan kelahiran anak mereka.
        Sekarang nama tengah gw yaitu Aji. Nama Aji menurut gw sudah diwariskan sejak kakek gw, lalu turun ke ayah gw, dan sekarang jatuh ke nama gw, dan setelah adik gw lahir namanya pun juga ditambahkan dengan nama Aji. Apa suatu saat gw juga harus menurunkan nama Aji ke anak Gw?
        Dan satu-satunya yang gak gw tahu yaitu nama belakang gw yaitu Suhendra. Sampai sekarang pun gw masih belum tahu apa arti dari nama tersebut. Menurut gw itu gabungan dari kata Su & Hendra. Tapi entah artinya apa gw juga belum terlalu jelas. Yang pasti gw sangat bersyukur, karena apa yang semua orang tua gw berikan pastinya untuk kebaikan gw, termasuk nama tersebut.
        Dan kalian pasti udah tau tahun lahir gw. Ga perlu ditulis kan? Uda jelas kok. Hehehe………

        Ini merupakan masih tahap perkenalan bro. Sekian sampai disini dulu, tapi ini belum selesai, masih ada lanjutannya……sabar….bye.